Budaya Hukum Masyarakat Mengenai Pernikahan Usia Dini (Studi Kasus Di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor)

Nilasari, (2020) Budaya Hukum Masyarakat Mengenai Pernikahan Usia Dini (Studi Kasus Di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor). Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (359kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (464kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (96kB)
[img] Text
artikel Nilasari.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Praktik pernikahan usia dini di Kampung Medang Desa Sukamulya Kecamata Rumpin Kabupaten Bogor umumnya dilakukan oleh wanita usia 15 tahun sampai 17 tahun yang seharusnya masih duduk dibangku sekolah setingkat SMA. Berlangsungnya pernikahan usia dini memberikan berbagai dampak permasalahan bagi pelakunya, misalnya ketidaksiapan mental, ketidaksiapan dalam mendidik anak, dan dari segi ekonomi pasangan pelaku nikah usia dini belum bisa sepenuhnya mandiri dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya, selain itu karena usianya yang belum cukup maka para pelaku nikah usia dini belum bisa mendapatkan buku nikah, sehingga berdampak pada permasalahan dokumen administrasi sebagai Warga Negara Indonesia. Praktik pernikahan usia dini di lingkungan masyarakat Kampung Medang dipengaruhi oleh penilaian masyarakat yang menganggap Undang-Undang Perkawinan terkesan “ribet” dalam hal mengurus perijinan yang berkaitan dengan usia. Hal demikian juga didukung dengan kuatnya nilai dan norma agama Islam yang masuk dalam karakter budaya hukum masyarakatnya, sehingga memberikan pengaruh terhadap pola pikir masyarakat bahwa pernikahan itu cukup “SAH” sesuai syariat agama Islam saja, dengan mengesampingkan aturan hukum yang dibuat oleh pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris sosiologis (didasarkan pada observasi, penelitian terhadap kenyataan menggunakan akal sehat dan indra, sehingga hasilnya tidak bersifat spekulatif). Untuk pengumpulan data-data penelitian dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis budaya hukum yang ada dimasyarakat yang menjadi pondasi dasar serta penggerak terjadinya perilaku hukum. Hasil dari penelitian ini membuktikan (1) belum tercerminya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam masayarakat, karena belum adanya komunikasi hukum tertulis kepada masyarakat. (2) budaya hukum masyarakat termasuk dalam tipologi subject culture (kurang peduli terhadap hukum), dengan karaktristik takluk pada pemimpin dan susah untuk menerima hukum dari luar kalangan mereka sendiri. Perubahan subject culture menuju budaya hukum yang lebih baik bisa dilakukan dengan merubah kalangan atas (pemimpin masyrakat) terlebih dahulu. Dengan begitu secara tidak langsung budaya masyarakat akan mengalami perubahan.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 25 Nov 2020 04:08
Last Modified: 25 Nov 2020 04:08
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/8717

Actions (login required)

View Item View Item