Analisa Pengaruh Variasi Suhu Heat Treatment Dengan Media Quenching Oli Terhadap Sifat Mekanik Pada Baja S45C

Aris Susanto, . (2018) Analisa Pengaruh Variasi Suhu Heat Treatment Dengan Media Quenching Oli Terhadap Sifat Mekanik Pada Baja S45C. Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (858kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (524kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (830kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (351kB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisa untuk mengetahui keuletan dan kekerasan pada baja S45C, metode eksperimen yang dilakukan dengan variabel suhu yaitu 800°, 850°, 900° dan non heat treatment selama 30 menit. dimensi yang digunakan panjang 60 mm, lebar 10 mm tinggi 10 mm dan takik V membentuk sudut 90° sedalam 2 mm. Karakteristik yang dilakukan meliputi pengujian rockwell dan pengujian impact, hasil atau karakterisasi sampel tertinggi material ST60 pada pengujian rockwell penekan intan skala C, nilai kekerasan 900°C = 21,67 HRC suhu 850°C = 14,33 HRC suhu 800°C = 10,64 HRC non heat treatment = 5,55 HRC. Semakin tinggi variasi suhu yang diberikan maka akan semakin keras, dan semakin rendah variasi suhu yang diberikan akan semakin lunak. Usaha untuk meningkatkan sifat material terutama kekerasan pendinginan secara cepat ( quenching ) material yang sudah dipanaskan ke dalam suatu media quenching berupa air. Hasil atau karakterisasi sampel tertinggi material S45C pada pengujian impact menggunakan massa 12 Kg, jarak panjang lengan pengayun bersudut 80°, energi impact non heat treatment = 93,735 Joule, suhu 800°C = 95,177 Joule, suhu 850°C = 95,062 Joule, suhu 900°C = 94,197 Joule dan nilai impact non heat treatment = 1,172 Kgm/mm2, suhu 800°C = 1,193 Kgm/mm2, suhu 850°C = 1,188 Kgm/mm2, suhu 900°C = 1,178 Kgm/mm2. Semakin rendah nilai impact maka jenis perpatahan yang terjadi akan semakin getas. Pada waktu pendinginan yang cepat pada fase austenit tidak sempat berubah menjadi ferit atau perlit karena tidak ada kesempatan bagi atom - atom karbon yang telah larut dalam austenit untuk mengadakan pergerakan difusi dan bentuk sementit oleh karena itu terjadi fase martensit, ini berupa fase yang sangat keras tapi getas. Kata kunci : Baja S45C, Uji Rockwell, Uji Impak.

Item Type: Other
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Andika Rizky Nugraha
Date Deposited: 09 Apr 2019 04:31
Last Modified: 09 Apr 2019 04:31
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/6289

Actions (login required)

View Item View Item