Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Pembiayaan Konsumen Yang Tidak Mendaftarkan Jaminan Fidusia Berdasarkan Pasal 15 Dan Pasal 29undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (Studi Kasus Pada Perusahaan Pembiayaan Konsumen Di Kota Tangerang)

Irzal Nazif, . (2017) Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Pembiayaan Konsumen Yang Tidak Mendaftarkan Jaminan Fidusia Berdasarkan Pasal 15 Dan Pasal 29undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (Studi Kasus Pada Perusahaan Pembiayaan Konsumen Di Kota Tangerang). Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (701kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (270kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)

Abstract

IRZAL NAZIF, 2013020304, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN YANG TIDAK MENDAFTARKAN JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN PASAL 15 DAN PASAL 29UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN1999(Studi Kasus di Perusahaan Pembiayaan di Kota Tangerang ), Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum Universitas Pamulang 2017.Tinjauan Yuridis terhadap perlindungan hukum didalam pelaksanaan pendaftaran jaminan fidusia yang menyangkut perjanjian dalam pasal 1313 KUHPerdata yang menyatakan suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikat dirinya terhadap satu orang lain atau lebih dan didalam suatu perjanjian dan ada unsur kata sepakat dan mempunyai syarat syah nya perjanjian diatur di dalam pasal 1320 KUHPerdata di jelaskan pula di dalam pasal 1338 KUHPerdata yang menyatakan “semua perjanjian yang di buat secara syah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”perjanjian yang di buat antara pihak kreditur dan debitur sudah menjadikan undang-undang antara kedua belah pihak yang berjanji namun ada suata pelanggaran yang terjadi oleh pihak yang membuat perjanjian maka oleh karena itu pihak kreditur berkewajiban mendaftarkan Objek jaminan benda bergerak tersebut yang sudah di atur di dalam Undang-Undang Jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999,karena kelalaian pihak debitur telah melakukan wanprestasi yang timbul dari berbagai hal dan juga bisa timbul karena adanya itikad kurang baik dari debitur dimana kasus wanprestasi yang terjadi,dan tindakan kreditur dalam penanganan wanprestasi di perusahaan pembiayaan terkadang melanggar norma-norma dalam suatu perjanjian dalam melakukan eksekusi barang jaminan terhadap debitur wanprestasi sudah di atur di dalam pasal 29 Undang-undang Jaminan fidusia sampai dengan pasal 34 Undang-undang No 42 Tahun 1999 tentang eksekusi jaminan fidusia di karenakan debitur cidera janji atau tidak memenuhi prestasinya kasus ini sering terjadi dalam pelaksanaan eksekusi yang mana barang jaminan tersebut tidak di daftarkan,namun pada saat melakukan eksekusi secara paksa yang sering terjadi di kota tangerang yang di lakukan pihak debcollector sebagai pihak ketiga yang di beri kuasa oleh Lembaga Pembiayaan dengan melakukan pengambilan kendaraan di jalan tanpa adanya surat jaminan fidusia yang sudah di daftarkan merupakan suatu tindak perampasan kendaraan di jalan yang sudah melanggar aturan atau norma-norma hukum atau norma sosial yang seharus nya tidak terjadi di dalam negara Republik Indonesia maka dengan timbul nya fidusia sebagai perangkat hukum dapat mencegah terjadinya penyalah gunaan kewenangan dari pihak-pihak yang membuat perjanjian dan tidak ada pihak-pihak yang merasa di rugikan walaupun akibat hukum yang terjadi apabila sudah melanggar aturan dari perjanjian.

Item Type: Other
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Rizdwan Gunawan
Date Deposited: 15 Oct 2018 02:42
Last Modified: 15 Oct 2018 02:42
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/5891

Actions (login required)

View Item View Item