Tinjauan Yuridis Perkawinan Adat Suku Helong-Semau Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Hubungannya Dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Ishak Arries Luitnan, . (2017) Tinjauan Yuridis Perkawinan Adat Suku Helong-Semau Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Hubungannya Dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.docx
Restricted to Repository staff only

Download (787kB)
[img] Text
BAB I.docx
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text
BAB II.docx
Restricted to Registered users only

Download (43kB)
[img] Text
BAB III.docx
Restricted to Registered users only

Download (44kB)
[img] Text
BAB V.docx
Restricted to Repository staff only

Download (19kB)
[img] Text
JURNAL.docx
Restricted to Registered users only

Download (68kB)

Abstract

NAMA: ISHAK ARRIES LUITNAN; NIM: 2015740101 JUDUL: TINJAUAN YURIDIS PERKAWINAN ADAT SUKU HELONG SEMAU KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR, HUBUNGANNNYA DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. Perkawinan adat suku Helong Semau tergolong perkawinan "jujur" kata jujur menurut suku Helong menyebutnya "Lila Asu" dengan penyebutan lain "mas kawin atau belis untuk masyarakat di Timor". Sahnya perkawinan adat apabila telah membayar mas kawin/lila asu sebagai ikatan yang bersifat magis religius. Pengertian lila=emas; asu=hewan kerbau/sapi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat teoritis, yang dikembangkan berdasarkan permasalahan yang dikaji. Latar belakang penelitian ini, dimaksudkan untuk mengangkat hukum perkawinan suku Helong Semau yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional, namun belum ada yang melakukan penelitian ilmiah. Tujuannya agar dapat memberikan sumbangan pemikiran yang bersifat umum (makro) kepada masyarakat luas. Tujuan khusus memberikan sumbangan pemikiran kepada para peneliti lanjutan dan generasi muda suku Helong. Responden berjumlah 28 orang terdiri dari 10 pasang perkawinan dengan lila-asu, dan non-lila asu; 3 orang tokoh adat; 2 orang pemangku adat; 1 orang tokoh agama dan 2 orang unsur pemerintah. Berkaitan dengan penelitian ini untuk mengetahui pelaksaan pembayaran lila-asu yang diduga adanya kesenjangan; dan bagaimana hubungan perkawinan adat suku Helong Semau dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah motode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan teori-teori interaksionisme-simbolik, hukum adat dan hukum perkawinan serta teori komunikasi dan teori terkait lainnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (data primer) dan data sekunder (literatur, data kepustakaan, majalah, internet). Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampilng, kemudian dianalisis untuk laporan hasil penelitian. Dalam pembahasan terdapat 4 tahapan prosesi perkawinan yaitu tahap tanya hati, pra-pinangan, peminangan (sahnya perkawinan) dan tahap penjemputan pengantin. Hasil penelitian diketahui: adanya faktor penyebab kesenjangan pembayaran lila-asu yakni kesulitan penyediaan hewan kerbau/sapi; berikut adanya pengaruh modernisasi masyarakat dan adanya preseden konversi hewan sebagai pengganti uang (lila uang). Selanjutnya diketahui juga bahwa Perkawinan Adat Helong memiliki korelasi atau hubungan yuridis antara Perkawinan Adat Helong dengan Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Mengatasi kesenjangan tersebut diatas tokoh adat/pemangku adat dan pemerintah setempat berupaya kedepan akan menegakkan hukum adat Helong. Kata kunci: Perkawinan Adat Suku Helong Semau.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > KZ Law of Nations
Depositing User: Abdurahman Saleh
Date Deposited: 24 Sep 2018 04:04
Last Modified: 24 Sep 2018 04:04
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/5305

Actions (login required)

View Item View Item