Analisa Penerapan Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai(Studi Kasus Pada Pt. Pangansari Utama Food Distributions) ( Skripsi Akuntansi S1, 2014 )

Rayadi Harja, . (2014) Analisa Penerapan Peraturan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai(Studi Kasus Pada Pt. Pangansari Utama Food Distributions) ( Skripsi Akuntansi S1, 2014 ). Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. Cover.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB)
[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB)
[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text
Skripsi Akuntansi S1. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah Apakah proses pelaporan SPT PPN pada PT Pangansari Utama Food Distributions telah sesuai dengan peraturan Undang-Undang PPN UU No. 42 Tahun 2009 sesuai dengan PSAK yang berlaku serta sejauh mana kewajaran dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa data yang bersifat kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang penulis teliti, maupun data yang bersifat kuantitatif yaitu data yang berkaitan dengan aktifitas perusahaan dalam menjalankan usahanya, serta didukung dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif yaitu penelitian yang mencatat, menguraikan secara teliti suatu keadaan dengan maksud untuk didapatkan pemecahan masalah yang terbaik bagi PT Pangansari Utama Food Distributions.Setiap menerima pembayaran akan dipotong besarnya PPN yang terutang PPN (keluaran) secara langsung oleh PKP. Sehingga pembayaran yang diterima adalah sebesar pembayaran tersebut setelah dikurangi PPN terutang, karena harga sudah termasuk PPN, maka besarnya PPN yang dipungut adalah sebesar 10/100 x pembayaran, maka dalam laba rugi PPN tersebut akan diperlakukan sebagai pengurangan dari pendapatan bruto yang diterima perusahaan. Proses pelaporan Surat Pembertahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai di mulai dari transakasi, diaman setiap transaksi akan mengeluarkan Faktur Pajak yang nantinya akan menjadi dasar didapatnya Pajak Keluaran dan Pajak Masukan. Dari Pajak Keluaran dan Pajak Masukan tersebut dapat diketahui apakah perusahaan terutang Pajak Pertambahan Nilai atau tidak. Jika Pajak Keluaran lebih besar, maka perusahaan tersebut terutang Pajak sebesar selisih antara Pajak Keluaran dan Pajak Masukan. Jika Pajak Masukan lebih besar, maka selisih itu disebut lebih bayar dan dapat di kompensasikan ke bulan berikutnya. Jika telah diketahui Jumlah PPN yang Kurang Bayar tersebut maka divisi yang terkait akan langsung menyiapkan Surat Setoran Pajak (SSP) dan melakukan penyetoran pajak terutang ke Kas Negara melalui Bank, dan jumlah PPN yang sudah disetor tersebut harus dilaporkan ke Kantor Palayanan Pajak (KPP) dengan menggunakan SPT Masa yaitu SPT 1111. Dalam proses pencatatan, PT Pangansari Utama Food Distribution memang telah sesuai dengan Peraturan Pajak No. 42 Tahun 2009. Akan tetapi, PT Pangansari Utama Food Distributions dalam hal pembayaran Hutang Pajak Pertambahan Nilai dan pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai belum sesuai dengan peraturan Pajak No. 42 Tahun 2009. Kata Kunci : Pajak Pertambahan Nilai, Surat Pemberitahuan

Item Type: Other
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Depositing User: Admin Perpustakaan UNPAM
Date Deposited: 17 Sep 2015 12:22
Last Modified: 17 Sep 2015 12:22
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/503

Actions (login required)

View Item View Item