Analisis rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas sebagai alat ukur kinerja keuangan pada pt. Kalbe farma, tbk Tahun 2009 – 2016

Haerunisa, . (2017) Analisis rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas sebagai alat ukur kinerja keuangan pada pt. Kalbe farma, tbk Tahun 2009 – 2016. Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.docx
Restricted to Registered users only

Download (629kB)
[img] Text
BAB I.docx
Restricted to Registered users only

Download (82kB)
[img] Text
BAB II.docx
Restricted to Registered users only

Download (64kB)
[img] Text
BAB III.docx
Restricted to Registered users only

Download (41kB)
[img] Text
BAB IV.docx
Restricted to Registered users only

Download (311kB)
[img] Text
BAB V.docx
Restricted to Registered users only

Download (36kB)
[img] Text
JURNAL.docx
Restricted to Registered users only

Download (200kB)

Abstract

ABSTRAK HAERUNISA. NIM : 2013051615. ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT KALBE FARMA, TBK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas pada PT Kalbe Farma, Tbk, dan untuk mengetahui Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas untuk menilai kinerja keuangan perusahaan pada PT Kalbe Farma, Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis rasio. Analisis rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Hasil analisis kondisi keuangan PT Kalbe Farma, Tbk tahun 2009 sampai tahun 2016 adalah berdasarkan analisis rasio likuiditas, current ratio sebesar 3,57 kali (standar industri 2 kali), quick ratio sebesar 2,36 kali (standar industri 1,5 kali), cash ratio sebesar 110% (standar industri 50%). Dilihat dari hasil tersebut maka kondisi perusahaan dan kinerja keuangannya dapat dikatakan dalam kondisi baik karena sudah memenuhi standar industri dan perusahaan tidak harus menjual sediaan bila hendak melunasi utang lancar. Namun nilai cash ratio dianggap terlalu tinggi dan harus dicurigai karena adanya kas yang menganggur dan belum terkelola. Berdasarkan analisis solvabilitas, debt to assets ratio sebesar 21% (standar industri 35%), debt to equity ratio sebesar 27% (standar industri 80%), long term debt to equity ratio sebesar 2,5% (standar industri 10%). Dilihat dari hasil tersebut maka kondisi perusahaan dan kinerja keuangannya dapat dikatakan dalam kondisi baik karena berada di bawah standar industri artinya perusahaan sudah mampu membayar kewajibannya. Berdasarkan analisis profitabilitas, gross profit margin sebesar 49% (standar industri 30%), net profit margin sebesar 12% (standar industri 20%), return on investment (ROI) sebesar 17% (30%), return on equity (ROE) sebesar 22% (standar industri 40%). Dilihat dari hasil tersebut maka kondisi perusahaan dan kinerja keuangan yang diukur oleh gross profit margin berada dalam kondisi baik karena memenuhi standar industri artinya biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan relatif rendah. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran net profit margin, ROI dan ROE perusahaan berada dalam kondisi kurang baik karena tidak memenuhi standar industri, hal ini berarti bahwa harga barang-barang perusahaan relatif rendah, rendahnya perputaran aktiva dan ketidakmampuan manajemen untuk memperoleh ROE seiring dengan menurun nya ROI. Kata kunci : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Kinerja keuangan

Item Type: Other
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
Depositing User: Muhammad Khusnan Hadi
Date Deposited: 28 May 2018 06:23
Last Modified: 28 May 2018 06:23
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/4112

Actions (login required)

View Item View Item