Analisis Kesadaran Hukum Pengguna Kendaraan Roda Dua Di Tangerang Selatan Berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan

Alemina Br Ginting, . (2017) Analisis Kesadaran Hukum Pengguna Kendaraan Roda Dua Di Tangerang Selatan Berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.docx
Restricted to Registered users only

Download (916kB)
[img] Text
BAB I.docx
Restricted to Registered users only

Download (57kB)
[img] Text
BAB II.docx
Restricted to Registered users only

Download (47kB)
[img] Text
BAB III.docx
Restricted to Registered users only

Download (68kB)
[img] Text
BAB IV.docx
Restricted to Registered users only

Download (41kB)
[img] Text
BAB V.docx
Restricted to Registered users only

Download (26kB)
[img] Text
JURNAL.docx
Restricted to Registered users only

Download (71kB)

Abstract

ABSTRAK ALEMINA BR GINTING, 2013020575, Ilmu Hukum, Analisis Kesadaran Hukum Pengguna Kendaraan Roda Dua Di Tangerang Selatan Berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Perkembangan lalu lintas modern disatu pihak akan mem-berikan kemudahan bagi masyarakat pemakai jalan untuk menjalani rutinitas sehari-hari, sedangkan disisi lain menimbulkan persoalan yang semakin kompleks antara lain meningkatnya pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, kecelakan lalu lintas dan kriminalitas yang berkaitan dengan lalu lintas. Pertambahan penduduk dan meningkatnya taraf hidup masyarakat juga menjadi soal yang berdampak pada meningkatnya kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk melakukan suatu penelitian hukum normatif empiris agar mengetahui kesadaran hukum masyarakat dalam berkendara roda dua khususnya di wilayah hukum kota Tangerang Selatan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui upaya penerapan sanksi pidana yang dijatuhkan oleh kepolisian daerah metro kota Tangerang Selatan terhadap pelanggaran lalu lintas serta upaya kepolisian dan pemerintah daerah meningkatkan kesadaran hukum masyarakat untuk berlalu lintas. Terdapat bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat ketika berkendara roda dua antara lain melanggar rambu lalu lintas, melawan gerakan lalu lintas, melebihi batas kecepatan maksimal atau tidak menghiraukan pelanggaran lainnya yang tercantum dalam Pasal 287 UU LLAJ. Faktor penye-babnya dapat berupa kesengajaan atau kelalaian. Padahal aturan tersebut dibuat untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali, agar tercipta ketertiban, keamanan, kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Demikian pula hendaknya dalam penerapan sanksi pidananya, terlihat lebih baik bilamana dilakukan secara tegas oleh petugas polisi lalu lintas tanpa tebang pilih tergantung negosiasi, karena semata-mata hal itu dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum dan bukan untuk kepentingan sendiri. Begitu pula masyarakat yang berkendara dituntut untuk tidak melakukan pelanggaran lalu lintas dengan penuh kewaspadaan, karena perbuatan tersebut selain berbahaya bagi diri sendiri dapat pula menimbulkan korban fisik maupun mental. Akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penerapan sanksi pidana pelanggaran lalu lintas sebagaimana tercantum dalam Pasal 287 UU LLAJ yang dilakukan oleh kepolisian daerah metro kota Tangerang Selatan ialah rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebaliknya kurangnya fasilitas sosialisasi dan sarana prasarana dari pemerintah daerah kota Tangerang Selatan pula menjadi faktor penghambatnya. Penulis berharap bahwa sinergitas institusi kepolisian dan pemerintah daerah dalam menciptakan kondisi berlalu lintas yang baik adalah tugas bersama yang harus dilakukan, bukan hanya sekedar perencanaan belaka.

Item Type: Other
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Muhammad Khusnan Hadi
Date Deposited: 25 Apr 2018 01:50
Last Modified: 25 Apr 2018 01:50
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/3616

Actions (login required)

View Item View Item