Pendekatan Pembelajaran Santifik Pada Kurikulum 2013

Alinurdin, . (2016) Pendekatan Pembelajaran Santifik Pada Kurikulum 2013. PEKOBIS Jurnal Pendidikan,Ekonomi dan Bisnis, 1 (1). pp. 15-39. ISSN 2503-5142

[img]
Preview
Text
PEKOBIS Jurnal, Vol. 1 No. 1 Mei 2016.pdf

Download (451kB) | Preview

Abstract

Salah satu ciri pembelajaran pada Kurikulum 2013 adalah dengan menggunakan pendekatan sintifik. Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah.Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa.Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Dalam model inidiarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya.Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pendekatan saintifik tidak hanya digunakan pada mata pelajaran kelompok MIPA saja tetapi juga mata pelajaran ilmu-ilmu sosial, karena suatu pengetahuan dapat dikatakan ilmiah apabila diperoleh melalui langkah-langkah ilmiah, yaitu dengan mengemukakan bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Pendekatan ilmiah ini memerlukan langkah-langkah pokok: mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan. Pendekatn saintifik pada mata pelajaran ilimu-ilmu sosial dilaksanakan melalui pembelajaran kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Macam-macam metode pembelajaran kolaboratifantara lain: Jigsaw Proscedure (JP), Student Team Achievement Divisions (STAD), Complex Instruction (CI), Team Accelerated Instru (TAI), Cooperative Learning Stuctures (CLS), Learning Together (LT), Teams-Games-Tournament (TGT), Group Investigation (GI), Academic-Constructive Controversy (AC), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). KataKunci: Pendekatan Pembealajaran Saintifik, Kurikulum 2013

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Admin Perpustakaan UNPAM
Date Deposited: 11 May 2016 04:41
Last Modified: 05 Jan 2017 07:09
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/1330

Actions (login required)

View Item View Item