KURIKULUM 2013: Berpijak Pada Dua Tradisi Yang Bertentangan

Aeng Muhidin, . (2016) KURIKULUM 2013: Berpijak Pada Dua Tradisi Yang Bertentangan. EDUKA Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis, 1 (1). pp. 86-101. ISSN 2502-5406

[img]
Preview
Text
EDUKA Jurnal ,Vol. 1 No. 1 Pebruari 2016.pdf

Download (201kB) | Preview

Abstract

Kurikulum sejarah 2013 adalah gabungan tradisi utama dan tradisi alternatif yang bertentangan. Tradisi utama memfokuskan pada penanaman moral, materi sejarah politik dan metode mengajar klarifikasi, penalaran dan penilaian moral. Tantangan penerapan tradisi utama yaitu: 1) penentuan nilai; 2) pemilihan topik; 3) iklim belajar. Tradisi alternatif sebagai kritik atas tradisi utama. Tradisi utama memfokuskan pada kecakapan literatur sejarah, materi pengetahuan sejarah, dan metode yang didasarkan pada prinsip belajar. Tantangan utama penerapan tradisi alternatif adalah penguasaan disiplin ilmu dan metode pembelajaran. Akibat menggabungkan dua tradisi, rumusan kompetensi Sikap (Agama dan Sosial) yaitu nilai moral, sementara Kompetensi Pengetahuan dari tradisi alternatif. Sebagai akibatnya, Kurikulum Sejarah 2013 tidak terpadu karena tidak ada keterkaitan antar-Kompetensi Pengetahuan-Sikap dan Keterampilan. Guru harus mengambil keputusan terbaik berdasarkan justifikasi seorang profesional. Kata kunci: kurikulum sejarah, pendekatan pembelajaran sejarah, tradisi besar, tradisi alternatif, kesadaran sejarah, kecakapan literatur sejarah, pembelajaran berorientasi nilai, pembelajaran berorientasi intelektual.

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Admin Perpustakaan UNPAM
Date Deposited: 27 Apr 2016 09:18
Last Modified: 05 Jan 2017 08:05
URI: http://eprints.unpam.ac.id/id/eprint/1318

Actions (login required)

View Item View Item